Perintah-Perintah Dasar Linux Yang Wajib Diketahui, Lengkap Dengan Fungsi dan Contoh Penggunaannya

Bagikan Postingan Ini !!!
Logo Linux

Linux dikenal luas karena mengutamakan Command Line Interface (CLI) sebagai sarana utama interaksi dengan sistem. Berbeda dengan antarmuka grafis (GUI) yang penuh gambar, jendela, dan elemen visual interaktif, CLI hanya menghadirkan baris-baris teks yang harus dimasukkan pengguna secara manual. Untuk melakukan berbagai tugas, seperti menyalin, mengganti nama, memotong, atau menghapus file, pengguna Linux perlu mengetikkan perintah tertentu. Proses ini jauh berbeda dari penggunaan GUI, di mana operasi dilakukan dengan klik mouse pada ikon dan menu.

Bagi sobat jan yang menggunakan Linux, terutama yang masih baru belajar atau pemula dalam menggunakan Linux. Mengenal perintah-perintah dasar yang umum digunakan sangat penting untuk berinteraksi dengan sistem operasi ini secara efektif. Perintah-perintah dalam Linux biasanya merupakan singkatan dari kata-kata yang menggambarkan fungsinya secara langsung. Misalnya, perintah cp berasal dari kata “copy” untuk menyalin file, mv dari “move” untuk memindahkan atau mengganti nama file, dan rm dari “remove” untuk menghapus file. Struktur ini memudahkan kita pengguna dalam mengingat dan menggunakan perintah, karena nama perintah sudah mencerminkan tindakan yang akan dilakukan.

Pada artikel ini, kita akan bahas secara detail mengenai perintah-perintah dasar Linux yang wajib diketahui, lengkap dengan fungsi dan contoh penggunaannya. Silakan simak artikel ini sampai selesai, ya!

Berikut ini adalah beberapa perintah dasar Linux yang wajib diketahui, lengkap dengan fungsi dan contoh penggunaannya.

Catatan: semua perintah Linux harus menggunakan huruf kecil, ya. Tidak boleh menggunakan huruf kapital. Apabila menggunakan huruf kapital, maka sistem tidak akan memprosesnya.

  • sudo (super user do)
    Perintah ini digunakan untuk menjalankan perintah dengan hak akses administratif atau pengguna super (root). Ini memberikan hak istimewa sementara kepada pengguna untuk menjalankan perintah yang membutuhkan izin lebih tinggi.
    Penggunaan:
    sudo su
    sudo su nama_pengguna
    sudo perintah
    Contoh:
    sudo su
    Perintah ini berguna untuk login ke root sebagai pengguna tertinggi.
    sudo su user1
    Karena kita menyertakan pengguna dengan nama pengguna user1, maka akan login ke pengguna user1.
    sudo reboot
    Perintah reboot harus dijalankan dengan pengguna tertinggi, dengan menggunakan sudo di awalan perintah reboot, akan memulai ulang sistem.
  • pwd (print working directory)
    Perintah ini berfungsi untuk mengetaui lokasi direktori mana kita berada saat ini.
    Penggunaan:
    pwd
    Contoh:
    pwd
    Maka akan menampilkan jalur penuh direktori kita berada saat ini. Misalnya: /home/user1.
  • cd (change directory)
    Perintah ini berfungsi untuk berpindah antar direktori.
    Penggunaan:
    cd direktori_tujuan
    Contoh:
    cd /home
    Maka kita akan berpindah dari direktori saat ini ke direktori home.
    cd /home/user1
    Maka kita akan berpindah dari direktori saat ini ke direktori user1 yang ada di dalam direktori home.
  • mkdir (make directory)
    Perintah ini berfungsi untuk membuat direktori baru.
    Penggunaan:
    mkdir nama_direktori
    mkdir -p jalur_direktori
    Contoh:
    mkdir backup
    Maka akan membuat direktori baru yang bernama backup di direktori kita berada saat ini.
    mkdir /home/data
    Maka akan membuat direktori baru yang bernama data di dalam direktori home.
    mkdir -p /home/data/backup
    Menggunakan opsi “-p (parents)”, akan memastikan semua jalur direktori yang kita tulis ada. Apabila tidak ada, maka akan membuatnya secara otomatis.
  • ls (list)
    Perintah ini berfungsi untuk menampilkan daftar file dan direktori yang ada di dalam direktori tertentu.
    Penggunaan:
    ls
    ls -l
    ls nama_direktori
    ls -l nama_direktori
    Contoh:
    ls
    Maka akan menampilkan daftar file dan direktori apa saja yang ada di direktori kita berada saat ini.
    ls -l
    Menggunakan opsi “-l (long listing format)” akan menampilkan detail seperti ukuran file, izin, pemilik, dan lainnya.
    ls /home
    Maka akan menampilkan daftar file dan direktori apa saja yang ada di dalam direktori home.
    ls /home/data
    Maka akan menampilkan file dan direktori apa saja yang ada di dalam direktori data, yang berada dalam direktori home.
    ls -l /home
    Maka akan menampilkan detail seperti ukuran file, izin, pemilik, dan lainnya pada file dan direktori yang ada di dalam direktori home.
  • mv (move)
    Perintah ini digunakan untuk memindahkan atau mengganti nama file dan direktori.
    Penggunaan:
    mv jalur_sumber jalur_tujuan
    mv nama_file_asal nama_file_pengganti
    Contoh:
    mv file.txt /home
    Maka akan memindahkan file.txt yang ada direktori kita saat ini ke direktori home.
    mv /home/dokumen /media/backup
    Maka akan memindahkan direktori dokumen yang ada di dalam direktori home ke direktori backup yang ada di dalam directory media.
    mv file1.txt file2.txt
    Maka akan mengubah nama file1.txt menjadi file2.txt.
    mv /home/file1.txt /media/file2.txt
    Maka akan memindahkan file1.txt yang ada di dalam direktori home ke direktori media, sekaligus mengganti namanya menjadi file2.txt.
  • cp (copy)
    Perintah ini berguna untuk menyalin file atau direktori, sehingga kita bisa menggandakan file yang sama di tempat yang berbeda atau menyalin isi dari satu file ke file dengan nama yang berbeda.
    Penggunaan:
    cp jalur_sumber jalur_tujuan
    cp -r jalur_sumber jalur_tujuan
    Contoh:
    cp /home/file.txt /media/file.txt
    Maka akan menyalin file.txt yang ada di dalam direktori home ke direktori media.
    cp -r /home/backup /media
    Dengan menggunakan opsi “-r (recursive)”, maka akan menyalin direktori backup beserta isinya ke direktori media.
    cp file1.txt file2.txt
    Maka akan menyalin isi dari file1.txt ke dalam file baru yang diberi nama file2.txt.
  • rm (remove)
    Perintah ini berguna untuk menghapus file atau direktori.
    Penggunaan:
    rm nama_file
    rmdir nama_direktori
    rm -r nama_direktori
Baca juga:  Fungsi WordPress, Lebih dari Sekadar Buat Blog

Contoh:
rm file.txt
Maka akan menghapus file.txt yang berada di direktori kita berada saat ini.
rmdir backup
Apabila direktori backup kosong, maka akan dihapus, tapi kalau ada isinya, perintah ini tidak akan bisa menghapusnya.
rm -r backup
Menggunakan opsi “-r (recursive)” akan menghapus direktori backup beserta isinya, baik itu subdirektori maupun file.
rm -f data/file.txt
Menggunakan opsi “-f (force)” akan menghapus file secara paksa tanpa konfirmasi.
rm -rf data
Maka akan menghapus direktori data, termasuk subdirektori dan file didalamnya.

  • cat` (Concatenate)
    Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file ke terminal atau menggabungkan beberapa file.
    Penggunaan:
    cat nama_file
    cat nama_file1 nama_file2 > nama_file_gabungan
    Contoh:
    cat file.txt
    Maka akan menampilkan isi dari file.txt ke terminal.
    cat file1.txt file2.txt > file3.txt
    Maka akan menggabungkan file1.txt dan file2.txt menjadi file3.txt.
  • touch
    Perintah ini berfungsi untuk membuat file baru dalam keadaan kosong.
    Penggunaan:
    touch nama_file
    Contoh:
    touch file.txt
    Maka akan membuat file baru yang bernama file.txt yang isinya kosong.
  • nano
    Perinta ini berfungsi untuk teks editor. Bisa untuk membuat file baru atau mengedit isi file yang sudah ada.
    Penggunaan:
    nano nama_file
  • more
    Perintah ini berfungsi untuk melihat isi dari suatu file yang ditentukan.
    Penggunaan:
    more nama_file
    Contoh:
    more file.txt
    Maka akan menampilkan isi dari file.txt ke terminal.
  • wc (word count)
    Perintah ini berfungsi untuk menghitung jumlah baris, kata dan karakter di dalam file.
    Penggunaan:
    wc nama_file
    Contoh:
    wc file.txt
    Maka akan menampilkan jumlah baris, kata dan karakter yang ada di dalam file.txt.
  • adduser
    Perintah ini berfungsi untuk menambahkan pengguna baru.
    Penggunaan:
    adduser nama_pengguna
    Contoh:
    adduser user1
    Maka akan membuat pengguna baru dengan nama user1.
  • passwd (password)
    Perintah ini berfungsi untuk menggunakan atau mengganti kata sandi pengguna.
    Penggunaan:
    passwd
    passwd nama_pengguna
    Contoh:
    passwd
    Maka akan menampilkan form untuk mengganti kata sandi untuk pengguna yang sedang kita gunakan saat ini.
    passwd user1
    Maka akan menampilkan form untuk mengganti kata sandi untuk pengguna user1.
  • chfn (change finger)
    Perintah ini berfungsi untuk mengubah informasi pengguna di basis data finger. Perintah ini memungkinkan pengguna untuk memperbarui informasi pribadi pengguna seperti nama asli, nomor telepon kantor, nomor telepon rumah, dan informasi lainnya yang terkait dengan akun pengguna.
    Penggunaan:
    chfn
    chfn nama_pengguna
    Contoh:
    chfn
    Maka akan menampilkan form untuk mengubah data pribadi terkait pengguna yang digunakan saat ini.
    chfn user1
    Maka akan menampilkan form untuk mengubah data pribadi terkait pengguna user1.
  • chown (change owner)
    Perinta ini berfungsi untuk mengubah kepemilikan file dan direktori.
    Penggunaan:
    chown user:grup nama_file
    chown -R user:grup nama_direktori
    Contoh:
    chown user1:user1 script.sh
    Maka akan mengubah kepemilikan file script.sh ke pengguna dan grup user1.
    chown -R user1:user1 /media/backup
    Maka akan mengubah kepemilikan direktori backup yang ada di dalam direktori media secara rekursif ke pengguna dan grup user1.
  • chmod (Change Mode)
    Perintah ini berfungsi untuk mengubah izin akses file atau direktori.
    Penggunaan:
    chmod +x nama_file/nama_direktori
    Contoh:
    chmod +x script.sh
    Maka file script.sh akan diberikan izin eksekusi, sehingga bisa dijalankan.
    chmod -R 777 auto_backup
    Perintah ini akan memberikan izin penuh (membaca, menulis, menjalankan) untuk semua pengguna (pemilik, grup, dan lainnya) pada direktori auto_backup dan semua file serta subdirektorinya.
  • free
    Perinta ini berfungsi untuk menampilkan informasi memory (ram).
    Penggunaan:
    free -h
    free -b
    free -m
    free -g
    free -t
    free -h -t
    Contoh:
    free -h
    Menggunakan opsi “-h (human)” akan menampilkan informasi memory dengan format yang mudah di fahami manusia.
    free -b
    Menggunakan opsi “-b (bytes)” akan menampilkan informasi memory berdasarkan satuan bytes.
    free -m
    Menggunakan opsi “(-m (megabytes) akan menampilkan informasi memory berdasarkan satuan megabytes.
    -free -g
    Menggunakan opsi “-g (gigabytes)” akan menampilkan informasi memory berdasarkan satuan gigabytes.
    free -t
    Menggunakan opsi “-t (total)” akan menampilkan informasi memory dengan tambahan baris total memory fisik dan swap.
  • df (disk free)
    Perintah ini berguna untuk menampilkan informasi disk (penyimpanan).
    Penggunaan:
    df
    df -h
    Contoh:
    df -h
    Menggunakan opsi “-h (human)” akan menampilkan informasi penyimpanan dengan format yang mudah di fahami manusia.
  • top
    Perintah ini berguna untuk menampilkan proses yang sedang berjalan di sistem secara real-time, sehingga kita bisa memonitoring proses dan penggunaan sumber daya sistem.
    Penggunaan:
    top
    top -c
    Contoh:
    top
    Perintah ini akan menampilkan daftar proses yang berjalan bersama dengan penggunaan CPU, memori, dan informasi lain secara dinamis.
    top -c
    Menggunakan opsi “-c (command)” akan menampilkan setiap perintah yang digunakan untuk menjalankan setiap proses, sehingga akan menampilkan data yang lebih rinci terkait proses yang sedang berjalan.
  • hostname
    Perintah ini berfungsi untuk menampilkan informasi local host.
    Penggunaan:
    hostname
    hostname -i
    Contoh:
    hostname
    Maka akan menampilkan nama local host.
    hostname -i
    Maka akan menampilkan alamat IP.
  • id
    Perintah ini berguna untuk menampilkan informasi tentang ID pengguna (user ID) dan ID grup (group ID). Ini sangat berguna untuk mendapatkan informasi rinci tentang hak akses dan kepemilikan dalam sistem.
    Penggunaan:
    id
    id nama_pengguna
    Contoh:
    id
    Maka akan menampilkan id pengguna dan id grup untuk pengguna yang sedang digunakan saat ini.
    id user1
    Maka akan menampilkan id pengguna dan id grup untuk pengguna user1.
  • uptime
    Perintah ini berguna untuk menampilkan informasi waktu aktif sistem, terhitung dari terakhir kali reboot (restart).
    Penggunaan:
    uptime
  • w
    Perintah ini berguna untuk menampilkan daftar pengguna yang sedang login ke sistem dengan informasi yang sangat lengkap serta aktivitas mereka saat ini.
    Penggunaan:
    w
  • last
    Perintah ini berguna untuk melihat pengguna yang login sebelumnya (pengguna terakhir login).
    Penggunaan:
    last
  • history
    Perintah ini berguna untuk menampilkan perintah-perintah yang sudah digunakan.
    Penggunaan:
    history
  • clear
    Perintah ini berguna untuk membersihkan keluaran perintah-perintah yang ada di layar.
    Penggunaan:
    clear
  • date
    Perintah ini berfungsi untuk menampilkan tanggal dan waktu sesuai wilayah yang diatur pada sistem.
    Penggunaan:
    date
  • wall
    Perintah ini berguna untuk mengirim pesan siaran oleh super user (sudo)
    Penggunaan: wall isi_pesan
    Contoh:
    wall testing
    Maka kata “testing” akan terkirim ke semua pengguna yang sedang login.
  • whatis
    Perintah ini berfungsi untuk mengetahui fungsi dari suatu perintah yang ditentukan.
    Penggunaan:
    whatis perintah
    Contoh:
    whatis adduser
    Maka kita akan diberitahu fungsi dari perintah “adduser”.
  • wich
    Perintah ini berfungsi untuk menunjukkan lokasi dari suatu perintah yang ditentukan.
    Penggunaan:
    wich perintah
    Contoh:
    wich uptime
    Maka kita akan ditunjukkan lokasi dari perintah “uptime”.
  • reboot (restart)
    Perintah ini berfungsi untuk memulai ulang sistem.
    Penggunaan:
    reboot
Baca juga:  Cara Mudah Shutdown, Restart, dan Sign Out di Windows dengan Shortcut Keyboard!

Kesimpulan:
Memahami perintah-perintah dasar Linux ini akan sangat membantu dalam mengelola sistem dan bekerja dengan efisien. Penguasaan terhadap perintah-perintah ini adalah langkah awal dalam menggunakan Linux secara lebih produktif.

Demikian lah pengetahuan tentang perintah-perintah dasar Linux yang dapat saya bagikan kepada sobat jan semua pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat!

Terima kasih sudah membaca, dan sampai jumpa pada postingan selanjuttnya!

Tinggalkan komentar